twitter





sedang duri yang pernah merajah jantungmu  saja tak pernah tau
entah kenapa kau menangis jika kau yang memintanya tertawa
lentik memang sorot matamu merayu yang mungkin menutup sendu
yang terlihat hanya bejana itu retak dantak mampu lagi terisi air cinta

demi apa aku tak mengerti
aku yang tengah terdiam
nan terasa bimbang menyayat hati

siang dan malam letihnya aku berlari
untuk apa bersandar bila semua tak berarti
sedikit pun harapan yang mungkin terjadi
indah tidaknya tetap saja kau telah menjadi puisi
(aku adalah pelukis dan sebuah kanvas kosong)

*Bagi yang ber IQ tinggi silahkan artikan puisi ini tiga kata, dua kalimat..

0 komentar:

Posting Komentar

Kesunyian

Aku mencari kesunyian agar aku tidak melihat lagi wajah-wajah manusia yang menjual jiwanya untuk membeli apa yang lebih murah harga dan nilainya dari jiwa mereka.
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "