Di sela darahku yang semakin menyempit
mengingatkanku tentang dirimu, kala aku menunggu serpihan cerita tentangmu,
kala ku menari mengikuti nadamu yang semakin membisu, seakan membuyarkan semua
tentang kita. Memang tak sepatah kata keluar dari bibirmu, hanya nafas mu yang tak
seharum kala kau menyebut ku dengan kata ”sayang”, dan dua matamu yang tampak
sejuta keraguan akan diriku, dimana ku hanya terdiam kala kau bilang semua
kesalahanku.. dan ku belai rambutmu kala kau teridur di sampingku, namun tak ku
lihat lagi pejaman matamu yang sedamai dulu, apakah terlalu banyak benalu-benalu
itu yang merusak otakmu, atau hanya aku yang terlalu egois kala kau ingin
merubah semua. Dan ketika itu ku temukan dirinya yang seakan ku tak percaya
bahwa dirinya yang begitu indah menyentuh hatiku sekali saja dia menyentuh
hatiku, Dan terdiam seluruh alam di raga ini. Yang ternyata aku salah telah
buruk menghakimi wanita, dan aku menjadi tegar bahkan menjadi melemah tuk
melangkah, semua melebur di tumpuan kaki ku yang semakin merapuh, kala ku ingin
berjalan mendekatimu atau dirinya.. dan biarkan ku menyendiri bersama api yang
semakin membakar jiwaku .. aku hanya ingin tersenyum di sela teriknya maentari
kala pertama ku membuka mata, aku hanya ingin bernyanyi di tengah maraknya
logika yang hilir mudik mengkritiskan bahkan mensekaratkanku.. aku hanya ingin
mengenal apa itu cinta.. dear masalaluku dulu aku cinta kamu, kini aku
menghargaimu, dear kehidupan baru dulu aku tak mengenalmu, dan kini izinkan aku
menuai sejarah yang semoga manis kita kenang di masa depan.. dan biarkanlah,
biarkanlah semua akan (p)indah pada waktunya.. apapun yang terjadi genggam
harapan untuk menuju cinta sejati..


