twitter



     Di sela darahku yang semakin menyempit mengingatkanku tentang dirimu, kala aku menunggu serpihan cerita tentangmu, kala ku menari mengikuti nadamu yang semakin membisu, seakan membuyarkan semua tentang kita. Memang tak sepatah kata keluar dari bibirmu, hanya nafas mu yang tak seharum kala kau menyebut ku dengan kata ”sayang”, dan dua matamu yang tampak sejuta keraguan akan diriku, dimana ku hanya terdiam kala kau bilang semua kesalahanku.. dan ku belai rambutmu kala kau teridur di sampingku, namun tak ku lihat lagi pejaman matamu yang sedamai dulu, apakah terlalu banyak benalu-benalu itu yang merusak otakmu, atau hanya aku yang terlalu egois kala kau ingin merubah semua. Dan ketika itu ku temukan dirinya yang seakan ku tak percaya bahwa dirinya yang begitu indah menyentuh hatiku sekali saja dia menyentuh hatiku, Dan terdiam seluruh alam di raga ini. Yang ternyata aku salah telah buruk menghakimi wanita, dan aku menjadi tegar bahkan menjadi melemah tuk melangkah, semua melebur di tumpuan kaki ku yang semakin merapuh, kala ku ingin berjalan mendekatimu atau dirinya.. dan biarkan ku menyendiri bersama api yang semakin membakar jiwaku .. aku hanya ingin tersenyum di sela teriknya maentari kala pertama ku membuka mata, aku hanya ingin bernyanyi di tengah maraknya logika yang hilir mudik mengkritiskan bahkan mensekaratkanku.. aku hanya ingin mengenal apa itu cinta.. dear masalaluku dulu aku cinta kamu, kini aku menghargaimu, dear kehidupan baru dulu aku tak mengenalmu, dan kini izinkan aku menuai sejarah yang semoga manis kita kenang di masa depan.. dan biarkanlah, biarkanlah semua akan (p)indah pada waktunya.. apapun yang terjadi genggam harapan untuk menuju cinta sejati..

0 komentar:

Posting Komentar

Kesunyian

Aku mencari kesunyian agar aku tidak melihat lagi wajah-wajah manusia yang menjual jiwanya untuk membeli apa yang lebih murah harga dan nilainya dari jiwa mereka.
Diberdayakan oleh Blogger.

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "